

Ayat-ayat Hijrah
Insyaallah sebentar lagi kita akan
memasuki 1 Muharram 1432 Hijriyah.
Artinya, kita akan memasuki tahun baru dalam kalender islam.
Saat pergantian tahun sering kita manfaatkan
untuk bermuhasabah, menghitung diri, dan meletakkan landasan untuk melangkah ke
depan. Pergantian tahun hijriyah juga bisa menjadi momentum untuk memaknai
peristiwa Hijrah Nabi Muhammad saw. beserta
kaum mu’minin waktu itu. Setelah 13 tahun berdakwah di Mekah penuh dengan
tekanan dan siksaan, perintah Hijrah dari Allah swt. menjadi titik balik bagi
islam dan kaum muslimin. Hijrah mereka ke Madinah menjadi kunci perkembangan
pesat islam dan kemenangan.
Tadabbur Ayat-ayat Hijrah
Berikut ini adalah ayat-ayat di dalam Al
Qur’an yang bertema hijrah ataupun turun berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Semoga kita bisa mengambil manfaat, hikmah
dan pelajaran dari mereka.
Penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus
dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Madinah.
Setelah mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang.
Dan sesungguhnya benar-benar mereka
hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan
kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan
sebentar saja. [Al Israa' (17): 76]
Maksudnya: kalau sampai terjadi Nabi
Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama
hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah
bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena
perintah Allah.
Sesungguhnya orang-orang yang
diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat
bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami
orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas,
sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka
Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [An Nisaa' (4): 97]
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya
mereka mendapati di muka bumi initempat
hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya
dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian
menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap
pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[An Nisaa' (4): 100]
Berhijrah menuju Cahaya Allah
(Ini
adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan
manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang
benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang
Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. [Ibrahim (14): 1]

Ayat-ayat Hijrah
Insyaallah sebentar lagi kita akan memasuki 1 Muharram 1432 Hijriyah. Artinya,
kita akan memasuki tahun baru dalam kalender islam.
Saat pergantian tahun sering kita manfaatkan
untuk bermuhasabah, menghitung diri, dan meletakkan landasan untuk melangkah ke
depan. Pergantian tahun hijriyah juga bisa menjadi momentum untuk memaknai
peristiwa Hijrah Nabi Muhammad saw. beserta
kaum mu’minin waktu itu. Setelah 13 tahun berdakwah di Mekah penuh dengan
tekanan dan siksaan, perintah Hijrah dari Allah swt. menjadi titik balik bagi
islam dan kaum muslimin. Hijrah mereka ke Madinah menjadi kunci perkembangan
pesat islam dan kemenangan.
Tadabbur Ayat-ayat Hijrah
Berikut ini adalah ayat-ayat di dalam Al
Qur’an yang bertema hijrah ataupun turun berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Semoga kita bisa mengambil manfaat, hikmah dan pelajaran dari
mereka.
Penduduk Madinah yang terdiri dari suku Aus
dan Khazraj selalu bermusuhan sebelum Nabi Muhammad s.a.w hijrah ke Madinah.
Setelah mereka masuk Islam, permusuhan itu hilang.
Dan sesungguhnya benar-benar mereka
hampir membuatmu gelisah di negeri (Mekah) untuk mengusirmu daripadanya dan
kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal, melainkan
sebentar saja. [Al Israa' (17): 76]
Maksudnya: kalau sampai terjadi Nabi
Muhammad s.a.w. diusir, oleh penduduk Mekah, niscaya mereka tidak akan lama
hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Hijrah Nabi Muhammad s.a.w. ke Madinah
bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena
perintah Allah.
Sesungguhnya orang-orang yang
diwafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat
bertanya : “Dalam keadaan bagaimana kamu ini?.” Mereka menjawab: “Adalah kami
orang-orang yang tertindas di negeri (Mekah).” Para malaikat berkata: “Bukankah bumi Allah itu luas,
sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu?.” Orang-orang itu tempatnya neraka
Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. [An Nisaa' (4): 97]
Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya
mereka mendapati di muka bumi initempat
hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya
dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian
menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap
pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
[An Nisaa' (4): 100]
Berhijrah menuju Cahaya Allah
(Ini
adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang
benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang
Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. [Ibrahim (14): 1]



